Eunni. Aku nggak pernah tau apa maksud Allah memperkenalkan kamu padaku. Aku nggak pernah tau apa artinya kita ditakdirkan untuk berteman sedekat ini. Aku nggak pernah tau eunni. Tapi aku nggak perduli. Walaupun ada sejuta alasan mengapa kita diperkenalkan aku tidak akan perduli. Yang aku tau aku bahagia, aku bersyukur karena Allah menjaga hubungan pertemanan kita.
Eunni. Bersamamu aku belajar banyak. Hidupku seperti dongeng yang dulunya tidak aku percayai. Aku jadi mengerti bahwa untuk menjadi "sesuatu" kita harus berjuang dengan susah payah. Kita harus berkorban banyak. Bahkan kita harus melepas seseorang yang kita sayangi hanya untuk menjadi "sesuatu" itu.
Eunni. Aku nggak perduli kalau akhirnya nanti kamu akan debut atau tidak. Aku nggak perduli eunni. Dimataku, untukku kamu sudah menjadi seseorang yang berharga. Kamu sudah lebih dari membanggakan. Aku yang tau bagaimana susahnya kamu berjuang. Aku yang tau bahwa mimpimu itu nyata. Bahwa kamu bukan seorang pembohong. Bukan hanya seorang pemimpi kosong. Tapi kamu bisa menggapai mimpimu. Kamu bisa eunni. Jadi nggak usah perdulikan kata mereka.
Eunni. Kamu harus tau bahwa dalam hidupmu kamu dikelilingi orang-orang yang menyayangimu. Kamu punya aku eunni, kamu selalu punya aku. Teman-teman satu kelompokmu di ulzzang juga menyayangimu. Dan aku lega kamu disana dikelilingi orang-orang yang baik.
Eunni. Dalam hidup memang tidak selamanya apa yang kita inginkan selalu kita dapatkan. Itu cara Allah untuk membuat kita sabar eunni. Dari situ kita belajar keikhlasan dalam menerima. Karena itu eunni, selalu lah persiapkan hati untuk hal-hal yang menyakitkan bukan untuk hal-hal yang membahagiakan. Jadi ketika keinginan tidak sejalan dengan kenyataan, kita mampu menerima dan tetap berjalan tanpa jatuh dan terpuruk. Kita bisa kuat eunni.
Eunni. Mungkin yang kamu liat dari aku, aku selalu bisa tersenyum kan. Sebenarnya hatiku ini sudah hancur sehancur hancurnya. Nggak berbentuk eunni. Tapi kesakitan itu yang membuatku kuat. Aku jadi tahan banting. Aku jadi tidak mudah untuk menangis. Aku masih bisa tersenyum dan tertawa menyembunyikan semuanya. Walaupun sebenarnya, memanipulasi hati itu melelahkan. Membohongi perasaan sendiri itu rasanya lebih menyakitkan. Tapi dengan begitu aku bisa bertahan. Aku tidak akan dijatuhkan lebih dalam lagi.
Eunni. Aku bukan orang baik. Aku bukan siapa-siapa. Bahkan hanya sedikit orang yang tahan dengan sikapku. Tapi kamu bertahan eunni. Kamu bertahan. Kamu menyayangiku seperti adikmu sendiri. Tak perduli seberapa aku menyuekimu, seberapa aku tidak memperdulikanmu. Kamu tetap sayang aku. Kamu tetap baik sama aku. Kamu tau eunni? Sebelumnya, nggak ada orang yang sebegini sayangnya sama aku. Nggak ada orang yang sebegini perdulinya sama aku. Aku bukan siapa-siapa. Aku seringnya tidak di anggap. Tapi kamu memperlakukanku seolah-olah aku barang berharga. Eunni terimakasih atas segalanya. Ketulusanmu membuka mataku.
Eunni. Jangan pernah bersedih dan jangan pernah menyalahkan dirimu atas sesuatu yang diluar kendalimu. Kita manusia tentu memiliki kekurangan. Dan itu bukan salahmu.
Eunni. Karena sifatmu yang penyayang dan perdulian, kamu jadi disayangi oleh banyak orang. Jadi jangan pernah berpikir bahwa kamu tidak pantas menerima kasih sayang dari seseorang. Kamu baik dan kamu pantas menerimanya eunni.
Eunni. Apapun yang terjadi, kuatlah. Apapun yang terjadi tegarlah. Apapun yang terjadi, tersenyumlah. Kamu tidak sendiri, dan tidak akan pernah sendiri. Ada aku eunni. Ada aku, dongsaengmu. Jadi, berbahagialah. Jangan bersedih. Senyumlah eunni.
Tampilkan postingan dengan label Profile. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profile. Tampilkan semua postingan
Untuk Kesayangan
Aku sangat bersyukur pada Allah telah membawa mereka masuk dalam kehidupanku. Walaupun kami dipersatukan agak terlambat tapi setidaknya kami pernah dipersatukan. Mereka sahabat sekaligus saudara yang bisa menerima aku apa adanya. Dimata orang lain aku mungkin sangat menyebalkan tapi aku bersyukur masih ada mereka yang dapat bertaham dengan sifatku yang menyebalkan ini hehe
Namanya Eva Apriliyana Rizki. Aku manggilnya Kak Eva. Kami sudah dekat dari semester berapa ya aku lupa. Yang pasti karena absen kami berurutan dan waktu itu kami satu kelompok di mata kuliah kimia organik dari situ kami sudah dekat. Kak Eva sudah seperti kakak ku sendiri aku senang ketika mendengar dia memanggil aku dengan sebutan "Adek". Kak Eva orangnya baik, sangat baik malah. Sabar. Aku mungkin harus belajar sabar sama dia hehe. Dia tidak pernah menghiraukan apapun perkataan orang lain tentang dia yang buruk-buruk. Terserah orang lain mau berkata apa. Toh hidup dia yang menjalaninya. Kak Eva pintar, anaknya santai, sangat cuek, polos, Kak Eva seperti mempunyai dunianya sendiri. Tertutup dan jarang menceritakan apa yang tengah dia rasakan. Orang-orang bilang dia lelet tapi menurutku yah dia memang seperti itu mau bagaimana lagi. Yang kadang membuat kesal itu, jika sangat butuh dia, dia pasti susah untuk dihubungi.
Namanya Sari Shara Ayudia. Kami memanggilnya Sarah. Sarah dekat dengan Kak Eva dan dari situlah aku dan yang lainnya juga dekat dengan Sarah. Dari kami berempat Sarah yang beda kelas dengan kami tapi itu tidak menjadi alasan untuk kami tidak bersahabat kan?. Sarah anaknya lucu, kalau sudah ngomong susah berhenti. Manja kalau telponan sama pacarnya hahaha. Sarah suka kelahi sama Bee tapi kalau ga ketemu becari-carian. Anaknya ga sabaran hahaha. Pemikirannya bagus. Pekerja keras. Dan sama seperti Kak Eva, dia anaknya santai. cuek juga. Aku ga tau kenapa ada orang-orang yang ga suka sama dia, mungkin orang-orang itu ga bisa nerima sifatnya dia. Tapi bukankah manusia memiliki sifat baik dan buruk kalau ada sifat baik kenapa harus menilai sifat buruk seseorang. Benar kan?. Hmmm apa lagi yah. Oh iya, aku pernah nangis sama Sarah, ketika kami membicarakan perihal hati. Dan teman yang baik tidak hanya selalu ada ketika bahagia tetapi ketika kamu sedihpun bahkan ketika tidak ada satu orang pun di dunia ini yang mau berteman denganmu, teman sejati akan tetap berada disampingmu.
Namanya Dita Rani Pupitasari. Kami memanggilnya Dita tapi lebih sering memanggilnya dengan sebutan "Nyai". Pertama kali ngeliat dia aku ga pernah berpikiran akan berteman dengan dia seperti ini. Karena aku melihat dia anaknya orang kaya gitu. Dari dulu aku ga pernah mau berteman dengan anak orang kaya. Takut aku ga bisa ngikutin pergaulan mereka. Ternyata setelah dekat dan mengenalnya. Dia tidak seperti bayanganku. Anaknya baik, ga sombong walaupun di antara kami dia yang paling modis haha (dan baru kemarin dia bertanya sama aku, modis itu yang seperti apa? hahahaha). Anaknya manja, cerewet, kalau sudah nanya sampai ke akar-akar, kita harus jelas sejelas-jelasnya menjelaskan tentang pertanyaan dia. kadang aku sampai bingung harus bagaimana menjelaskannya hahaha. Kami berlima sering menginap dirumahnya. Lalu, dia anaknya juga cuek. Kalau marah ngeri. Kata orang yang tidak mengenalnya, dia orangnya jutek. Dan bantak orang yang takut sama dia, apalagi teman-teman kami yang cemen itu hahahaha.
Namanya Eka Erningsih. Kami memanggilnya dengan sebutan Bee. Diantara kami berlima, Bee sendiri yang berbeda agama. Tapi itu tidak menjadi alasan untuk kami tidak berteman. Bahkan dengan itu kami belajar bagaimana toleransi dalam beragama. Bee anaknya baik, lucu, cantik. Bee jadi teman senasib sepenanggunganku selama mengurus penelitian. Kadang kami kelahi karena hal-hal sepele. Misalnya intonasi bicaraku yang terlalu tinggi atau sifat kasarku. Tapi untunglah itu tidak membuat kami tidak berteman lagi hehe. Yang agak sedikit aku ga suka dari Bee adalah dia sering mengeluh. Sering mengeluhkan apa saja. Hidup memang tidak mudah Bee, tapi kita selalu punya pilihan dan selalu punya jalan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Bukankah Tuhan selalu menggenggam mimpi-mimpi kita?. Jangan pernah merasa sendirian. Ada kami. Jangan sungkan untuk berbagi karena itulah mengapa kami ada untukmu, kami ada untuk membantumu memikul sedikit bebanmu. Jangan sering mengeluh meski hidup terasa berat. Cobalah mengubah pola pikir, lihat bahwa dibalik hal-hal yang negatif pasti ada hal-hal yang positif walaupun tidak besar kadarnya. Setidaknya masih ada harapan. Jangan cepat jatuh ketika sekali gagal. Terus bangkit meski rasanya tertatih. Karena hidup itu indah untuk orang-orang yang tidak gampang untuk menyerah.
itulah mereka. Sahabat-sahabatku. Saudara-saudaraku. Teman-teman yang membantuku untuk bertahan. Yang mengajariku banyak hal. Seperti kata Kak Eva "Mereka adalah pelangiku". Yang melukiskan warna dalam hidupku. Mengingatkanku bahwa aku tidak pernah sendirian. Bahwa aku selalu dan akan selalu memiliki mereka. Aku sangat bersyukur atas takdir Allah yang menuliskan atas pertemanan ini. Bersama mereka juga aku merasa dekat dengan Allah. Selalu ingat bagaimana pun kerasnya hidup, bagaimana pun sakitnya hati, kita tetap masih bisa bertahan karena Kita memiliki Allah. Terima kasih atas pertemanan indah ini, atas persaudaraan indah ini.
Tapi maaf boleh tidak aku menangis? Aku sudah tidak bisa menahan air mata ini lagi. Aku tahu setiap pertemuan pasti ada perpisahan tapi rasanya mengapa begitu cepat. Tanggal 14 September nanti adalah hari bahagia kita semua. Kita akan di wisuda dan di sumpah sebagai Tenaga Tekhnis Kefarmasian. Tapi besoknya tanggal 15 september Sarah sudah harus langsung pulang ke Paser karena tanggal 16 nya sudah harus masuk kerja dan tanggal 16 September Kak Eva dan Dita berangkat ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan mereka hingga profesi Apoteker. Aku ikut bahagia tas jalan mereka. Tapi aku juga sedih.
Kalian tahu tidak ketika kemarin di warung bakso aku bilang "Masa mamak ku ngadain selamatan nanti yang datang cuma Bee?" ketika mengatakan itu rasanya aku ingin menangis. Tapi aku tidak ingin menangis di depan kalian.
Tidak apa-apa. Mungkin sebentar lagi kita akan berjalan di jalan kita masing-masing. Semoga pada akhirnya nanti kita masih akan tetap bisa bertemu. Pada muara yang sama. Dihari yang lebih baik dimana tidak ada kesedihan yang ada hanya kebahagiaan.
Semoga kalian selalu dalam lindungan Allah SWT.
aku "KEREN"
dalam rangka liburan kemaren yang cuma dua malam aja di tenggarong. malam keduanya aku menginap dirumah eunni.ku,, untuk pertama kalinya nie aku nginap dirumahnya. baru juga main sekali langsung nginap hehe. dan kalau udah gitu ceritanya bakal begadang ngobrol sampai subuh. ternyata benar sekitar jam 2 baru kami tidur.
rumahnya eunni enak, aku berasa lagi dirumah kakek sama nenek ditanah hulu. suasananya sama. dan aku mengalami kejadian yang sedikit horor. sekitar jam 11 malam aku ke WC. awalnya sih berani. tapi, lama-lama kok ada suara orang ngelangkah di samping WC. kebetulan disamping WC itu ada jalan lah gitu, disitu ada kandang hewan peliharaan. awalnya aku santai aja, ku pikir kan paling hewan peliharaan bapaknya eunni yang jalan itu. tapi, kok makin lama makin ribut suaranya disamping itu. aku masih lama lagi didalam WC.nya. aku mulai takut tapi, tetap coba santai. pokoknya ribut deh suara langkahnya. ku bilang pada diriku sendiri "jangan liat ventilasi. jangan liat ventilasi". karena aku yakin pasti ada sesuatu di ventilasi tuh. entah apa yang akan ku lihat kalau aku noleh ke arah ventilasi -_____-
itu cerita seremnya yaaaaa.. ini cerita utama yang mau aku tuliskan sekarang. cerita tentang aku hahhaha
ternyata, eunni itu punya hobby yang "agak" aneh. dia suka ganggu orang yang cuek dan hidup didunianya sendiri. yang nggak perdulian dengan sekelilingnya.
waktu hari pertama kuliah. aku ingat memang kalau waktu itu kami pertamanya kuliah diruang 4 terus pindah ke ruang 1 atau 2 aku lupa juga. nah pada saat itu eunni cerita dia lagi nunggu teman didepan ruangan, mau keruangan atas bareng-bareng gitu. sambil nunggu dia perhatiin teman-teman barunya ini yang satu kelas. awalnya dia perhatikan teman kami si A, katanya anaknya cuek sih tapi, masih bergantung sama orang lain. beralih perhatian ketemanku yang berinisial E, kata dia anaknya cuek tapi, kebanyakan cemberut. "nggak ada yang asyik" katanya dalam hati. dan nggak lama aku lewat "seeeeet" lewat aja gitu nggak negur-negur orang. lurus aja jalan sendiri sampai kelas. katanya dia, dia langsung senyum liat aku. senyumnya tuh yaaaa, senyum licik gitu. temannya dia yang dia tungguin tu aja sampai jalan duluan takut liat senyumnya eunni. eunni langsung hubungin temannya yang nun jauh dimata. dia bilang dia dapat "mangsa". mangsanya ini aku. tapi, karena liat aku lewat gitu aja, terus aku jalan munggungin dia, jadi dia belum jelas betul liat aku. dia perhatikan aku sampai perkuliahan hari itu selesai. dia bilang hari itu aku nggak ada ngobrol sama orang-orang dikelas. cuek aja gitu. bodo amat sama sekitar. dan waktu perkuliahan selesai. aku keluar ruangan duluan. dia liatin aku, disitu dia baru liat wajahku. bentukku kayak apa. waktu dia liat wajahku dia bilang "aih cina". hahahhaha dia kira aku anak cina. dia minta temannya yang nun jauh dimata itu telepon dia. baru dia bilang "anak cina. kenapa orang-orang yang macam itu pasti cina". #hahahha aku ketawa dalam hati waktu dia cerita.
dia masih ngulur-ngulur waktu buat "ngerusak" aku. buat ngeluarin aku dari cangkang keasyikan duniaku sendiri. dan ketika pertengahan semester 1 kami satu kelompok dipraktikum kimia dasar kuantitatif. disitu dia perhatikan aku terus. dia bilang aku ini orangnya sinis, egois dalam artian untuk diri sendiri, nggak perdulian sama orang. terus aku sering nyuruh dia, nyuruhnya sih sopan bilang "tolong ya..." tapi, ekspresi mukaku nggak enakin. salah satu temannya dia tanya gimana rasanya dia satu kelompok sama aku? eunni bilang biasa aja, bisa dijadikan contoh (contoh buat belajar jadi cuek juga, nggak ngurusin urusan orang).
lanjut waktu semester 2 dia mulai cari info tentang aku. dia tanyain temennya satu-satu, menurut temennya itu aku orangnya gimana. katanya aku ini orangnya sok-sok'an. terus nggak tau juga waktu awal semester 3 atau udah mau akhir semester 3, eunni mulai negur aku. pertama kali dia curhat sama aku tentang temanku si D ini ngatain dia tentang kesukaannya tentang korea. awalnya dia telepon temannya yang nun jauh dimata buat cerita. baru kata temannya suruh curhat sama aku. akhirnya dicobanya buat hubungin aku. aku jadi ingat waktu pertama kali dia sms itu aku sempat bingung juga, tumben orang ini sms aku. terus dia curhat. namanya orang curhat ya aku dengerin lah. ku balaslah smsnya dia, ku dengarin curhatnya. ternyata sms ku itu dikirimnya ketemannya yang nun jauh dimata. baru temannya bilang Ila kedua ini. anaknya cuek, mood-mood'an yah gitulah pokoknya. terus temannya itu suruh buat terus dekatin aku.
itu awal curhatannya dia. yang kedua dia ada curhat lagi waktu dia sakit hati dengar omongan teman kami yang lain yang ngeremehin mimpinya tentang korea. dia ada telepon aku memang waktu itu. tapi, nggak ku angkat. kalau dirumah aku jarang ngurusin HP. paling ku taroh aja dikamar nggak ku pedulikan. karena telepon nggak ku angkat, dia telepon temannya yang nun jauh dimata itu. dia bilang dia mau curhat. baru kata temennya kenapa kamu nggak curhat sama ila kedua. kata eunni teleponku nggak diangkatnya. kata temannya curhat aja sama dia, sudah ya aku sibuk. teleponnya ditutup. terus nggak lama aku ada telepon dia balik, dan curhatlah dia disitu. semenjak itu kami dekat. dan dia berhasil "ngerusak" aku hahahhaa
caranya dia yang suka jadi "stalkers" orang-orang macam aku yang cuek dan asyik dengan dunia sendiri ini katanya buat dia cari teman. nggak tau kenapa dia senang cari teman yang macam orang "ganjil" kayak aku ini. minoritas dari mayoritas manusia dibumi hahhaa
dari ceritanya aku baru sadar kalau ternyata AKU KEREN hahaha #LOL
aku senang denger orang cerita tentang penilaian mereka dulu tentang aku waktu belum dekat betul sama aku. pasti ya penilaiannya nggak jauh-jauh dari aku itu orangnya nyebelin, sok-sok'an, suka nyuruh, jutek, sinis, sombong, dan hal-hal buruk lainnya. aku sudah kenyang dengarnya hahahha
tapi, untuk kasus eunni.ku ini, aku baru pertama kali ini nemu orang kayak dia. dan baru pertama kali ini diperhatikan sama orang sampai segitunya. detail banget gitu kayaknya -_____-
aku sebenarnya nggak "biasa" menyapa orang duluan. aku kebiasaan cuek itu. eunni ada bilang tadi malam. biasanya kan anak-anak kalau sama teman baru nyapa "hai kita sekelas lho. tapi kamu nggak, kamu lewat aja nggak tahu-tahu sama sekitarmu". sebenarnya aku nggak sombong #membeladiri, aku hanya nggak terbiasa menyapa dan memulai percakapan dengan orang baru. jadi aku memilih untuk diam :)
rumahnya eunni enak, aku berasa lagi dirumah kakek sama nenek ditanah hulu. suasananya sama. dan aku mengalami kejadian yang sedikit horor. sekitar jam 11 malam aku ke WC. awalnya sih berani. tapi, lama-lama kok ada suara orang ngelangkah di samping WC. kebetulan disamping WC itu ada jalan lah gitu, disitu ada kandang hewan peliharaan. awalnya aku santai aja, ku pikir kan paling hewan peliharaan bapaknya eunni yang jalan itu. tapi, kok makin lama makin ribut suaranya disamping itu. aku masih lama lagi didalam WC.nya. aku mulai takut tapi, tetap coba santai. pokoknya ribut deh suara langkahnya. ku bilang pada diriku sendiri "jangan liat ventilasi. jangan liat ventilasi". karena aku yakin pasti ada sesuatu di ventilasi tuh. entah apa yang akan ku lihat kalau aku noleh ke arah ventilasi -_____-
itu cerita seremnya yaaaaa.. ini cerita utama yang mau aku tuliskan sekarang. cerita tentang aku hahhaha
ternyata, eunni itu punya hobby yang "agak" aneh. dia suka ganggu orang yang cuek dan hidup didunianya sendiri. yang nggak perdulian dengan sekelilingnya.
waktu hari pertama kuliah. aku ingat memang kalau waktu itu kami pertamanya kuliah diruang 4 terus pindah ke ruang 1 atau 2 aku lupa juga. nah pada saat itu eunni cerita dia lagi nunggu teman didepan ruangan, mau keruangan atas bareng-bareng gitu. sambil nunggu dia perhatiin teman-teman barunya ini yang satu kelas. awalnya dia perhatikan teman kami si A, katanya anaknya cuek sih tapi, masih bergantung sama orang lain. beralih perhatian ketemanku yang berinisial E, kata dia anaknya cuek tapi, kebanyakan cemberut. "nggak ada yang asyik" katanya dalam hati. dan nggak lama aku lewat "seeeeet" lewat aja gitu nggak negur-negur orang. lurus aja jalan sendiri sampai kelas. katanya dia, dia langsung senyum liat aku. senyumnya tuh yaaaa, senyum licik gitu. temannya dia yang dia tungguin tu aja sampai jalan duluan takut liat senyumnya eunni. eunni langsung hubungin temannya yang nun jauh dimata. dia bilang dia dapat "mangsa". mangsanya ini aku. tapi, karena liat aku lewat gitu aja, terus aku jalan munggungin dia, jadi dia belum jelas betul liat aku. dia perhatikan aku sampai perkuliahan hari itu selesai. dia bilang hari itu aku nggak ada ngobrol sama orang-orang dikelas. cuek aja gitu. bodo amat sama sekitar. dan waktu perkuliahan selesai. aku keluar ruangan duluan. dia liatin aku, disitu dia baru liat wajahku. bentukku kayak apa. waktu dia liat wajahku dia bilang "aih cina". hahahhaha dia kira aku anak cina. dia minta temannya yang nun jauh dimata itu telepon dia. baru dia bilang "anak cina. kenapa orang-orang yang macam itu pasti cina". #hahahha aku ketawa dalam hati waktu dia cerita.
dia masih ngulur-ngulur waktu buat "ngerusak" aku. buat ngeluarin aku dari cangkang keasyikan duniaku sendiri. dan ketika pertengahan semester 1 kami satu kelompok dipraktikum kimia dasar kuantitatif. disitu dia perhatikan aku terus. dia bilang aku ini orangnya sinis, egois dalam artian untuk diri sendiri, nggak perdulian sama orang. terus aku sering nyuruh dia, nyuruhnya sih sopan bilang "tolong ya..." tapi, ekspresi mukaku nggak enakin. salah satu temannya dia tanya gimana rasanya dia satu kelompok sama aku? eunni bilang biasa aja, bisa dijadikan contoh (contoh buat belajar jadi cuek juga, nggak ngurusin urusan orang).
lanjut waktu semester 2 dia mulai cari info tentang aku. dia tanyain temennya satu-satu, menurut temennya itu aku orangnya gimana. katanya aku ini orangnya sok-sok'an. terus nggak tau juga waktu awal semester 3 atau udah mau akhir semester 3, eunni mulai negur aku. pertama kali dia curhat sama aku tentang temanku si D ini ngatain dia tentang kesukaannya tentang korea. awalnya dia telepon temannya yang nun jauh dimata buat cerita. baru kata temannya suruh curhat sama aku. akhirnya dicobanya buat hubungin aku. aku jadi ingat waktu pertama kali dia sms itu aku sempat bingung juga, tumben orang ini sms aku. terus dia curhat. namanya orang curhat ya aku dengerin lah. ku balaslah smsnya dia, ku dengarin curhatnya. ternyata sms ku itu dikirimnya ketemannya yang nun jauh dimata. baru temannya bilang Ila kedua ini. anaknya cuek, mood-mood'an yah gitulah pokoknya. terus temannya itu suruh buat terus dekatin aku.
itu awal curhatannya dia. yang kedua dia ada curhat lagi waktu dia sakit hati dengar omongan teman kami yang lain yang ngeremehin mimpinya tentang korea. dia ada telepon aku memang waktu itu. tapi, nggak ku angkat. kalau dirumah aku jarang ngurusin HP. paling ku taroh aja dikamar nggak ku pedulikan. karena telepon nggak ku angkat, dia telepon temannya yang nun jauh dimata itu. dia bilang dia mau curhat. baru kata temennya kenapa kamu nggak curhat sama ila kedua. kata eunni teleponku nggak diangkatnya. kata temannya curhat aja sama dia, sudah ya aku sibuk. teleponnya ditutup. terus nggak lama aku ada telepon dia balik, dan curhatlah dia disitu. semenjak itu kami dekat. dan dia berhasil "ngerusak" aku hahahhaa
caranya dia yang suka jadi "stalkers" orang-orang macam aku yang cuek dan asyik dengan dunia sendiri ini katanya buat dia cari teman. nggak tau kenapa dia senang cari teman yang macam orang "ganjil" kayak aku ini. minoritas dari mayoritas manusia dibumi hahhaa
dari ceritanya aku baru sadar kalau ternyata AKU KEREN hahaha #LOL
aku senang denger orang cerita tentang penilaian mereka dulu tentang aku waktu belum dekat betul sama aku. pasti ya penilaiannya nggak jauh-jauh dari aku itu orangnya nyebelin, sok-sok'an, suka nyuruh, jutek, sinis, sombong, dan hal-hal buruk lainnya. aku sudah kenyang dengarnya hahahha
tapi, untuk kasus eunni.ku ini, aku baru pertama kali ini nemu orang kayak dia. dan baru pertama kali ini diperhatikan sama orang sampai segitunya. detail banget gitu kayaknya -_____-
aku sebenarnya nggak "biasa" menyapa orang duluan. aku kebiasaan cuek itu. eunni ada bilang tadi malam. biasanya kan anak-anak kalau sama teman baru nyapa "hai kita sekelas lho. tapi kamu nggak, kamu lewat aja nggak tahu-tahu sama sekitarmu". sebenarnya aku nggak sombong #membeladiri, aku hanya nggak terbiasa menyapa dan memulai percakapan dengan orang baru. jadi aku memilih untuk diam :)
Profile: Happy B’day DHINDA
Hari ini teman dekatku yang udah ku anggap kayak sodaraku
sendiri lagi ULTAH. Bulan juni adalah bulan kami berdua, karena pada tanggal
yang berbeda di bulan Juni ini adalah tanggal lahir kami.
Aku mau cerita sedikit atau banyak tentang Dhinda. Nama
panjangnya Dhinda Pramila Putri, aku manggilnya Nde (Singkatan dari Onde-Onde).
Dia anak tunggal dari Om Heri sama Tante Hermin (nama ayah ibunya dhinda haha).
Aku kenal dia dari SMP, kenal banget sama dia baru SMP kelas 3 waktu dia sama Yani dan Dian buat band untuk acara pentas sekolah. Anaknya emang bakat banget
dibidang music, hampir semua alat music dia bisa mainkan dari gitar, drum,
bass, melody, dan lain-lain. Aku juga sempat belajar gitar sama dia #lumayan
guru les gitar gratis hahhaa
Kami mulai dekat banget waktu SMA. SMA kami ketemu lagi,
walaupun beda kelas dan kelasnya juga Cuma sebelahan aja jadi tiap jam
istirahat kami sering berdua. Kadang bareng temen-temennya dia atau
temen-temennya aku juga. Aku masih ingat waktu SMA, setiap temen-temen liat aku
sendirian nggak ada dhinda pasti ditanya dhindanya mana? Atau setiap dia lagi
nggak sama aku pasti juga ditanya elsanya mana? Dikeluarganya dia aku udah
kayak adeknya dia.
Pernah juga waktu SMA aku berantem sama anak-anak geng
dikelas, dhinda jadi ikutan kena dimusuhin sama mereka. Untungnya kami kebal
dan sama-sama cuek jadi bodo amat. Semua perlakuan mereka dibalas sama Allah
waktu hari kelulusan. Salah satu diantara mereka nggak lulus dan waktu
pengumuman kelulusan kedua buat yang ngulang, dia yang dulu jahatin aku itu
meluk aku dan bersyukur karena dia bisa lulus. Oke itu cerita masa lalu toh aku
juga sudah lupa sama kejadiannya aku nggak mau ingat-ingat apapun yang pernah
mereka lakukan buat nyakitin aku.
Dhinda anaknya rada manja, tapi buat aku dia bisa berperan
jadi kakak yang baik. Dia protect banget sama aku. Dulu waktu aku sering sakit,
aku pergi berobat pertama kali sama dia. hasil pengobatanku juga aku nggak
bilang sama orangtuaku. Orangtuanya yang datang kerumah kasih tau orangtuaku
kalau aku sakit lemah jantung. Iya! Aku pernah di diagnosa sakit itu, tapi aku
belum pernah memeriksanya lebih lanjut.
Dhinda anaknya cepat akrab sama orang. Temannya banyak
apalagi teman cowok. Semua orang yang kenal sama dia pasti suka sama dia. kami
hampir-hampir mirip. Sama-sama keras kepala dan nggak mau kalah. Aku cerewet
dia bawel hahhaha. Dhinda kalau ngomong apa yang mau dia omongin itu yang dia
ucapkan nggak pake sensor. Tapi, itu yang aku suka dari dia, JUJUR.
Sekarang dia kuliah di Universitas Mulawarman Samarinda
jurusan Sastra Inggris. Dan dia juga sibuk dengan UKM Band.nya dikampus dan
organisasi HIMA. Walaupun sibuk kadang kami sempatkan waktu buat kumpul bareng
atau dia kerumahku atau aku yang kerumahnya.
Hari ini dhinda ultah ke-20 tahun. Dia udah beranjak jadi
wanita dewasa bukan seorang remaja lagi. Nggak kerasa kami temenan sudah lama
banget dan selama itu Alhamdulillah masih bisa ngejaga persahabatan yang sudah
seperti persaudaraan ini. Untuk dhinda maaf nggak ada kadonya ya, aku
pengangguran sekarang belum kerja lagi hehhe
Doaku selalu menyertaimu…
Semoga selalu bahagia… AMIN
Happy B’day Nde
Profile: Eka "Onnie"
soreeeeee.... iyalah ini sore yang bilang pagi atau siang siapa #okeabaikan.
sore ini aku mau cerita soal Onnie. you know Onnie? Onnie itu bahasa korea yang artinya kakak, panggilan dari adek perempuan ke perempuan yang lebih tua. yah begitulah kira-kira artinya -__-
Onnie.ku ini minta aku buat ceritain tentang dia, sebenarnya sih aku jarang mau kalau disuruh menilai orang, karena aku selalu berpikir bahwa bisa jadi orang yang aku nilai itu lebih baik dari aku. okeh kita mulai aja stop basa-basinya.. cekidot sambil ngedot #apacobamaksudnya
aku tau Onnie dari semester pertama di kampus, secara kami satu kelas dan dia sama teman-temannya tempat duduknya di belakang aku sama teman-temanku. dulu waktu semester 1 kami pernah satu kelompok di praktikum kimia dasar kuantitatif. karena aku cuek dia juga cuek jadi kami yah sama-sama sebatas temenan gitu aja. sebatas tau dia teman sekelasku dan bla bla bla nggak lebih gitu.
dari teman-temannya, memang cuma dia aja yang rada beda. maksudnya yaaa orangnya nggak terlalu perdulian gitu sama urusan orang, nggak kayak teman-temannya yang suka banget nget nget ngomongin orang. dari dulu aku sudah tau kalau dia suka banget sama yang berbau KOREA. tapi, aku nggak pernah sadar kalau ternyata kesukaannya dengan KOREA itu SERIUS #iyalahakukanorangnyanggakserius -___-
teruuuuuuuusssss lama-lama nggak tau kesambet apa, kami bisa dekat. aku ingatnya sih waktu itu dia cerita soal orang yang ngeremehin mimpinya dia tentang KOREA. terus lama-lama kok bisa jadi tambah dekat dan sering smsan juga nggak tau gimana ceritanya. yaaaah sepertinya memang untuk menyayangi seseorang nggak terlalu butuh alasan.
kalau dihitung-hitung dari bulan februari kami dekat sampai bulan juni ini udah 5 bulan kami berteman baik. selama 5 bulan ini, aku sedikit tau lah tentang dia, tentang kebiasaan dia, tentang apa yang disukanya dan apa yang nggak disukanya, daaaaaan tentang sifat-sifatnya and than about Ila, sahabatnya dia dan adek pertamanya dia #gitusihkatanya hahahhaa
menurutku dia itu orangnya CEWEK BANGET. suka dandan dan lain-lain yang kecewek-cewekan gitu. aku suka geli sendiri liatnya. mungkin karena dia teman dekat pertamaku yang cewek banget. soalnya teman-teman dekatku yang lain kelakuannya hampir-hampir mirip kayak aku, cewek kayak laki :D
dia anak pertama dari dua bersaudara, punya adek cowok yang mukanya lucu #menurtku. aku belum pernah kerumahnya sih, jadi belum pernah ketemu sama keluarganya. sifatnya dia menurutku rada-rada kayak anak kecil kalau lagi kegirangan. aku sering melengos liatnya, lucu gitu badannya gede tapi kayak anak kecil hahahha.
teruuuuus apa lagi yaaaah.. yang ku tau sih selain suka KOREA, kecewekan banget, dan sifatnya kayak anak kecil diaaaaa oh iya dia itu cantik. banyak punya fans fanatic, yaaah kayak artis-artis gitu. udah punya bakat artis dia hahhaa
menurutku dia itu nggak gendut seperti yang sering dia rasa, body.nya dia pas aja menurutku nggak kayak aku yang banyak kurangnya #kurang tinggi+kurang kurus (kok aku yang curhat sih jadinya -_____-)
teeeeeruuuuuuuusssss aku mulai percaya sama dia. aku yang nggak biasa curhat sama orang lain, mulai bisa cerita tentang apa yang aku pendam ke dia. aku mulai belajar untuk berbagi. dia jadi teman curhat baru buat aku.
teruuuuuussss apa lagi yaaaaah. terus mulu dah daritadi, takut nabrak kalau nggak belok-belok hahahha #nggakjelas
dia orangnya penyayang. dimatanya orang yang dia sayang itu sempurna. penilaian itu yang buat aku takut banget kalau misalnya suatu hari nanti aku nyakitin dia. tapi, dengan itu juga aku berusaha buat nggak buat kesalahan sama dia. karena perlahan-lahan juga aku mulai ingin menjadi orang yang selalu bahagiain dia, bener-bener mau jadi seperti adeknya dia yang sebenarnya.
aku mau nulis apa lagi yah. aku bersyukur aja sih sama orang-orang yang udah susah payah mau jadi temanku, mau temanan sama aku, apalagi yang mau terima aku dengan sikap kerasku. mau ngertiin aku yang cerewet, nyebelin, nggak bisa dikasih tau, ntar suka membangkang. aku senang misalnya dia perhatiin aku, karena emang dilain sisi selain orang-orang terdekatku seperti dia yang perhatiin aku nggak ada lagi. orangtuaku yaaaah begitulah, mereka nggak terlalu perhatiin aku, semua terserah aku mau jalani hidup ini gimana.
oh iya, selama kenal sama dia, aku jadi perhatiin soal penampilan. tapi, aku nggak mau merubah diriku menjadi orang lain. cuma setengah hatiku pengen seperti dia, jadi CEWEK yang bener-bener CEWEK. aku kadang iri sama dia dan adeknya yang pertama si Ila. kok yaaa aku liatnya mereka lebih dari aku. itulah sifat burukku yang kadang nggak mau dikalahkan. dia bilang kalau Ila mirip sama aku. tapi, menurutku kami itu nggak mirip. yah Ila lebihnya, aku kurangnya gitu. kami beda. #tapi, itu nggak penting sih sebenarnya. abaikan. oke!
aku mau nulis apa lagi yah #mikir
mungkin cuma ini yang bisa ku tuliskan. kurang lebihnya tentang dia aku nggak mau ambil pusing, toh aku harus terima dia apa adanya kan. manusia nggak ada yang sempurna. punya sisi baik dan buruknya tergantung kita aja mau nilainya gimana.
aku cuma mau bilang makasih sudah mau anggap aku kayak adekmu sendiri. udah mau jadi temanku. dan udah mau terima aku dengan semua sifat menyebalkanku.
oh iya, makasih udah ngukir warna dihari-hariku yang baru :)
welcome to my world and i hope u can always beside me :)
Gumawo Onnie ^^
sore ini aku mau cerita soal Onnie. you know Onnie? Onnie itu bahasa korea yang artinya kakak, panggilan dari adek perempuan ke perempuan yang lebih tua. yah begitulah kira-kira artinya -__-
Onnie.ku ini minta aku buat ceritain tentang dia, sebenarnya sih aku jarang mau kalau disuruh menilai orang, karena aku selalu berpikir bahwa bisa jadi orang yang aku nilai itu lebih baik dari aku. okeh kita mulai aja stop basa-basinya.. cekidot sambil ngedot #apacobamaksudnya
aku tau Onnie dari semester pertama di kampus, secara kami satu kelas dan dia sama teman-temannya tempat duduknya di belakang aku sama teman-temanku. dulu waktu semester 1 kami pernah satu kelompok di praktikum kimia dasar kuantitatif. karena aku cuek dia juga cuek jadi kami yah sama-sama sebatas temenan gitu aja. sebatas tau dia teman sekelasku dan bla bla bla nggak lebih gitu.
dari teman-temannya, memang cuma dia aja yang rada beda. maksudnya yaaa orangnya nggak terlalu perdulian gitu sama urusan orang, nggak kayak teman-temannya yang suka banget nget nget ngomongin orang. dari dulu aku sudah tau kalau dia suka banget sama yang berbau KOREA. tapi, aku nggak pernah sadar kalau ternyata kesukaannya dengan KOREA itu SERIUS #iyalahakukanorangnyanggakserius -___-
teruuuuuuuusssss lama-lama nggak tau kesambet apa, kami bisa dekat. aku ingatnya sih waktu itu dia cerita soal orang yang ngeremehin mimpinya dia tentang KOREA. terus lama-lama kok bisa jadi tambah dekat dan sering smsan juga nggak tau gimana ceritanya. yaaaah sepertinya memang untuk menyayangi seseorang nggak terlalu butuh alasan.
kalau dihitung-hitung dari bulan februari kami dekat sampai bulan juni ini udah 5 bulan kami berteman baik. selama 5 bulan ini, aku sedikit tau lah tentang dia, tentang kebiasaan dia, tentang apa yang disukanya dan apa yang nggak disukanya, daaaaaan tentang sifat-sifatnya and than about Ila, sahabatnya dia dan adek pertamanya dia #gitusihkatanya hahahhaa
menurutku dia itu orangnya CEWEK BANGET. suka dandan dan lain-lain yang kecewek-cewekan gitu. aku suka geli sendiri liatnya. mungkin karena dia teman dekat pertamaku yang cewek banget. soalnya teman-teman dekatku yang lain kelakuannya hampir-hampir mirip kayak aku, cewek kayak laki :D
dia anak pertama dari dua bersaudara, punya adek cowok yang mukanya lucu #menurtku. aku belum pernah kerumahnya sih, jadi belum pernah ketemu sama keluarganya. sifatnya dia menurutku rada-rada kayak anak kecil kalau lagi kegirangan. aku sering melengos liatnya, lucu gitu badannya gede tapi kayak anak kecil hahahha.
teruuuuus apa lagi yaaaah.. yang ku tau sih selain suka KOREA, kecewekan banget, dan sifatnya kayak anak kecil diaaaaa oh iya dia itu cantik. banyak punya fans fanatic, yaaah kayak artis-artis gitu. udah punya bakat artis dia hahhaa
menurutku dia itu nggak gendut seperti yang sering dia rasa, body.nya dia pas aja menurutku nggak kayak aku yang banyak kurangnya #kurang tinggi+kurang kurus (kok aku yang curhat sih jadinya -_____-)
teeeeeruuuuuuuusssss aku mulai percaya sama dia. aku yang nggak biasa curhat sama orang lain, mulai bisa cerita tentang apa yang aku pendam ke dia. aku mulai belajar untuk berbagi. dia jadi teman curhat baru buat aku.
teruuuuuussss apa lagi yaaaaah. terus mulu dah daritadi, takut nabrak kalau nggak belok-belok hahahha #nggakjelas
dia orangnya penyayang. dimatanya orang yang dia sayang itu sempurna. penilaian itu yang buat aku takut banget kalau misalnya suatu hari nanti aku nyakitin dia. tapi, dengan itu juga aku berusaha buat nggak buat kesalahan sama dia. karena perlahan-lahan juga aku mulai ingin menjadi orang yang selalu bahagiain dia, bener-bener mau jadi seperti adeknya dia yang sebenarnya.
aku mau nulis apa lagi yah. aku bersyukur aja sih sama orang-orang yang udah susah payah mau jadi temanku, mau temanan sama aku, apalagi yang mau terima aku dengan sikap kerasku. mau ngertiin aku yang cerewet, nyebelin, nggak bisa dikasih tau, ntar suka membangkang. aku senang misalnya dia perhatiin aku, karena emang dilain sisi selain orang-orang terdekatku seperti dia yang perhatiin aku nggak ada lagi. orangtuaku yaaaah begitulah, mereka nggak terlalu perhatiin aku, semua terserah aku mau jalani hidup ini gimana.
oh iya, selama kenal sama dia, aku jadi perhatiin soal penampilan. tapi, aku nggak mau merubah diriku menjadi orang lain. cuma setengah hatiku pengen seperti dia, jadi CEWEK yang bener-bener CEWEK. aku kadang iri sama dia dan adeknya yang pertama si Ila. kok yaaa aku liatnya mereka lebih dari aku. itulah sifat burukku yang kadang nggak mau dikalahkan. dia bilang kalau Ila mirip sama aku. tapi, menurutku kami itu nggak mirip. yah Ila lebihnya, aku kurangnya gitu. kami beda. #tapi, itu nggak penting sih sebenarnya. abaikan. oke!
aku mau nulis apa lagi yah #mikir
mungkin cuma ini yang bisa ku tuliskan. kurang lebihnya tentang dia aku nggak mau ambil pusing, toh aku harus terima dia apa adanya kan. manusia nggak ada yang sempurna. punya sisi baik dan buruknya tergantung kita aja mau nilainya gimana.
aku cuma mau bilang makasih sudah mau anggap aku kayak adekmu sendiri. udah mau jadi temanku. dan udah mau terima aku dengan semua sifat menyebalkanku.
oh iya, makasih udah ngukir warna dihari-hariku yang baru :)
welcome to my world and i hope u can always beside me :)
Gumawo Onnie ^^
Langganan:
Postingan (Atom)






