Buscar

M I M P I

hai, aku lagi libur panjang lho | nggak ada yang nanya | ya nggak apa-apa sih, aku mau kasih tau aja

yuuuuuup aku lagi libur panjang ini, dari bulan kemaren sampai bulan september ntar baru masuk kuliah lagi. seneng pastinya libur panjang, apalagi di farmasi kan libur kayak gini langka banget. Alhamdulillah Allah kasih aku kesempatan buat istirahatkan otakku dari berpikir tentang mata kuliah farmasi [aku nggak dikasih SP (Semester Pendek) soalnya, Alhamdulillah nilai-nilaiku lulus semua]

saking lamanya ini liburan. sampai bingung mau ngapain. yang ada juga aku jadi pembantu rumah tangga dirumah. pagi-pagi bangun tidur langsung rambut diikat satu, serbet dipundak kanan, sapu ditangan kanan, sekop ditangan kiri. udah kaya mbok-mbok aja [jarang-jarang lho nemu pembantu kayak cina kayak aku ini]. terus kalau nggak jadi pembantu aku jadi supirnya mama. ngantar kemanapun mama pergi. biar pergi belanja sekalipun, padahal aku nggak suka banget belanja. aku tipe orang yang kalau ada yang dicari baru jalan.

tapi, ditengah-tengah libur panjang ini. aku memikirkan banyak hal, tak jauh-jauh pikiranku tentang kuliahku selanjutnya. selesai liburan nanti, semester 5 menanti. setelah itu lanjut naik ke semester 6, udah sibuk ngurus tugas akhir ini, sampai sidang akhir, terus wisuda [AMIN. semoga Allah memudahkan jalan].

yang jadi pikiranku, setelah lulus aku mau lanjutin sampai apoteker atau cari kerja dan cukup sampai disini aja, jadi Amd, Farm. untuk saat ini, 70%:30%, aku lebih memilih untuk kerja dulu. alasannya (1) kasian ortu biayain aku kuliah terus, lagian juga tanggungan ortu nggak cuma aku, masih ada adek ku, walaupun sebenarnya aku bisa kuliah sambil kerja, (2) aku mulai jenuh belajar hahha, capek juga lho

teman-temanku banyak yang ngajakin lanjut. lanjutnya di Bandung. ntar kita ngontrak rumah bareng gitu katanya. abangku juga ngajakin lanjut bareng, tapi di UGM jogja #hayooo pilih yang mana haha

aku memilih untuk tetap pada pilihan awalku, lebih condong untuk kerja dulu. kalau ada rezeki aku lanjut. tapi, kalau setelah wisuda situasi dan kondisinya memungkinkan aku untuk langsung lanjut kuliah sampai apoteker aku nggak akan nolak juga.  untuk tawaran abangku, aku bilang sama dia "kamu aja yang lanjut kalau aku nggak bisa lanjut. ntar kamu kuliah, aku kan pastinya kerja. sebagian gaji aku tabung. ntar kalau kamu udah jadi apoteker, kita buka apotek. modal gabungan. kamu apotekernya, aku asisten apotekernya".

dan mimpi itu berlanjut. kata abangku "iya, nanti kita buat apotek. aku maunya ntar ada ruangan buat konsultasi pasien, ruang ngeracik obat, apotek depannya pasti ada, ntar kita kerjasama sama temen ku yang dokter biar dia buka praktek di tempat kita. aku mau pelayanannya yang lengkap".

ooohhhh mimpi, enak sekali dibicarakan yah. mewujudkannya susah haha

aku juga punya mimpi kedua. mimpi ini bareng eunni ku. kami mau kerja di luar negeri, korea. tapi, setelah aku menjelajah di mbah google. kalau mau kerja di korea kita mesti lulus tes menulis hangeul, membaca hangeul, dan tes bicara pakai bahasa korea. wow, ini tantangannya. 

putus asa? | Insya Allah ngaak.

mimpi nggak apa-apa dong yaa. siapa tau Allah dengar dan dikabulin deh.

semua itu masih mimpi tapi, Insya Allah nggak akan hanya jadi sekedar mimpi. kami [aku dan semua yang ku sebut dicerita di atas] akan berusaha untuk mewujudkan itu.

Insya Allah, dengan izin Allah

#senyum :)

Cerita SMA

ada rasa tak karuan ketika aku memasuki gerbang itu. gerbang bangunan hijau tempatku 2 tahun lalu menuntut ilmu -SMA ku. keluarga baru yang sekarang masih tinggal dibangunan itu, yang tak pernah melihatku bahkan tak mengenaliku, menatapku seperti orang asing. agak risih sebenarnya. tapi, hari ini aku ingin mengintip masa lalu sejenak. terkadang mengenang itu menyakitkan tapi, aku sedang ingin mengenangnya. mengenang kisah bahagia itu.

ternyata hari ini sekolah sedang ramai. rupanya tengah diadakan eksibisi sebagai penutupan masa orientasi siswa baru. tak terasa waktu berjalan cepat sekali. aku melangkahkan kaki memasuki sekolah. berdiri aku didepan salah satu kelas -XII IPS 2. aku ingin menyaksikan eksibisi anak-anak. menonton sambil sesekali membalas pesan singkat yang masuk dihandphoneku. setelah membalas pesan, tak sengaja mataku memandang ke sebrang sana. ada seseorang yang ku kenal tengah menatapku. ketika dia tau aku melihatnya, dia tersenyum padaku. aku masih diam ditempatku, tak jua membalas senyumnya. ketika sadar, ada perasaan malu menyelusup dalam hatiku, refleks aku melangkah ke kanan bersembungi dibalik tiang yang ada tak jauh dari tempat ku berdiri.

Dia. adik kelasku ketika aku kelas 3 di sekolah itu dan dia baru kelas 1. aku mengenalnya ketika aku menjadi wali kelas MOS-nya kala itu. dia memang sering memperhatikanku bahkan walaupun dia kedapatan tengah menatapku, ketika mata kami bertemu, dia tidak mengalihkan pandangan sebaliknya dia memberiku sebuah senyuman. aku yang sering merasa malu dibuatnya. bahkan surat cintanya masih ada tersimpan rapi di selipan buku-buku ku. bukan sengaja menyimpan, surat-surat itu ku simpan bersama surat-surat yang lainnya. sebagai kenang-kenangan.

masa MOS selesai. tapi, dia masih tetap dengan kebiasaannya memperhatikanku. berhubung kelasnya berada dilantai dua, bersebrangan dengan kelasku yang dilantai satu. dari depan kelasnya itu, ketika jam istirahat ataupun ketika ada jam kosong tidak ada guru mengajar, dia selalu berdiri didepan kelasnya mengarah ke kelasku -memperhatikanku. mata kami sering bertemu dan ketika itu dia selalu memberi senyumannya padaku tapi, aku terlalu malu untuk membalas senyumnya. bahkan aku bersikap bahwa dia tak pernah ada.

pernah kala itu aku tidak masuk sekolah karena sakit. teman dekatku yang tak sengaja mengunjungi kelas-kelas anak kelas 1 mendapati dia tetap memandang ke arah kelasku. teman dekatku menegurnya "nyariin elsa ya?". dia tersenyum. "elsanya sakit" kata temanku lagi. "pantas tidak kelihatan" katanya. aku hanya dapat tersenyum tipis ketika teman dekatku itu menceritakan hal itu padaku. dia masih sangat muda, polos sekali, mengapa bisa dia jatuh hati padaku, aku orang pertama pula untuknya.

hingga aku lulus, hanya seperti itu saja. aku pun tak punya keberanian untuk balik menatapnya. #jujur saja, dia terlalu muda hahaha

dan kini. tahun ini dia lulus. ketika memasuki sekolah, aku tak pernah terpikir akan bertemu dengannya. tapi, ternyata aku mendapatinya di dalam. hanya sebentar. karena lagi-lagi aku pergi seakan tidak melihatnya. dan ketika aku tengah bersantai di ruang tunggu depan sekolah bersama teman-temanku. dia lewat. pertamanya dia tidak melihatku karena aku duduk tertutupi temanku. ketika dia melihatku, aku kaget, dia pun kaget. langkahnya sempat terhenti di depanku. untung hanya sebentar, lalu dia berjalan lagi. pergi