Buscar

Tentang Perasaan


Kau tahu benar betapa dia mencintaimu. Dia selalu memperlakukanmu seperti seorang putri. Istimewa. Tapi kamu masih saja sibuk mencari kebenarannya, mencari kesungguhannya. Kau masih saja sibuk membandingkan dia dengan seseorang yang kini kau miliki. Bahkan dia yang kau miliki itu tidak pernah bisa menerimamu dengan apa adanya dirimu seperti dia menerima semua yang ada pada dirimu. Kamu masih saja sibuk memikirkan dua hal itu.

Dari ceritamu, aku tahu benar bahwa kamu tahu dengan pasti bahwa dia mencintaimu. Dia tak ingin kehilanganmu tapi kamu masih saja meragu. Tentang cinta. Tentang perasaan. Selalu saja klise. Tapi, perasaan tetaplah perasaan. Bahkan ketika perasaan itu sudah jelas bagai bintang dilangit, gemerlap indah tak terkira, tetap saja dia bukan rumus matematika.

Tentang perasaan yang katanya tidak bisa dipaksakan padahal tidak dipungkiri jika kamu menyayangi pasti selalu ada rasa ingin memiliki, ingin melindungi. Tentang perasaan yang katanya lebih baik mengagumi dalam diam padahal tidak dipungkiri betapa sakitnya memendam semua itu sendirian. Perasaan bukan angka yang bisa dihitung berapa besar jumlahnya. Perasaan itu tak terkira, tak terhingga. Lalu harus bagaimana? Untuk melihat perasaan mana yang tulus. Lihatlah dengan mata hati. Karena ketulusan akan terasa sampai ke hati. Ia akan menenangkan hati. Tak ada ragu, tak ada gundah ataupun gelisah. Yang ada hanya kebahagiaan dan semua terasa indah.

Seharusnya perasaan itu meyakinkanmu bukan membuatmu ragu. Seharusnya perasaan itu membahagiakanmu bukan membuatmu bimbang.

Jadi Apoteker Sehari


 hari ini, aku mengikuti seminar ilmiah yang diadakan oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) cabang Samarinda. awalnya jujur saja- aku malas ikut seminar. tapi, berhubung libur nggak ada kerjaan dan kasian andri nggak ada yang temanin dia buat ikut seminar ini jadinya aku ikut juga. bayar daftar seminarnya Rp. 50.000

untuk pertama kalinya dihari-hari libur ini aku bangun jam setengah 6 pagi. biasanya juga bangunnya jam setengah 8. siap-siap langsung jam setengah 8 berangkat. janjian sama andri nunggu di belakang Islamic Center. andri datang, langsung jalan menuju tempat seminar di Rumah Sakit Abdul Wahab Syahrani (AWS). ternyata beberapa teman kampus ada yang jadi panitia. mereka di ambil jadi panitia oleh dosen kami yang menjadi ketua pelaksana di acara seminar ini.

masuk ke ballroom tempat acara di lantai 3. isi absen dan waktu aku baca nama-nama diabsen itu udah pada apoteker semua. ada juga beberapa mahasiswa dan siswa SMK tapi, rata-rata apoteker. selesai absen, masuk ke dalam. kami duduk agak depan, biar jelas dan fokus terima materi. nggak lama ada dua mba-mba datangin kami, mereka duduk bareng kami. namanya mba Lili dan mba Riska, mereka apoteker dari Balikpapan. sempat tukeran nomor HP juga sama mba Lili hehe

masuk materi pertama mengenai Perbaikan Resistensi Insulin Dengan Fitofarmaka lalu materi kedua Penatalaksanaan Obat Anti Hipertensi Fokus pada Obat Candesartan dan materi ketiga Penatalaksanaan Nyeri Akut, Nyeri Sedang-Berat. banyak ilmu yang didapat. walaupun nggak jauh-jauh dari materi kuliah yang pernah di ajarkan.

selama seminar berlangsung. baru kali ini rasanya aku menyimak betul-betul isi marteri seminar. selain karena moodku sedang baik juga karena aku senang berasa jadi apoteker sehari. duduk diantara para apoteker. ngobrol dengan mereka walaupun nggak banyak. aku jadi merasa bangga menjadi seorang farmasis. walaupun ku akui, muka-muka orang farmasis pada jutek-jutek.

diseminar juga ketemu sama dosen-dosen kampus yang mengikuti seminar juga. setiap dosen liat aku sama andri pasti bilang "Lho, ada kalian". mungkin karena terlalu jarang mahasiswa pengen ikut seminar begitu. kalau kami ikut seminar untuk mengambil ilmunya. tapi, mereka ikut seminar untuk mengambil ilmu dan mengumpulkan SKP. SKP ini digunakan untuk mempertahankan profesi apoteker itu, digunakan untuk memperpanjang izin kerja apoteker. yah begitulah sedikit penjelasan yang aku tau.

yang pasti hari ini bahagia banget. berasa jadi apoteker. yah semoga aja beneran bisa jadi apoteker. AMIN


sebelum pulang foto-foto dulu :)