Buscar

Mengertilah, Tuan

Tuan
Adakah aku seseorang yang berarti dihatimu
Seseorang yang ingin kamu bahagiakan
Seseorang yang ingin kamu jaga

Tuan
Puluhan hari telah kita lewati bersama
Berjam-jam waktu telah kita lewati berdua
Adakah aku masih menjadi seseorang yang berarti bagimu

Tuan
Disini, dalam hati ini hanya ada satu nama
Tentulah hanya namamu tuan
Aku menjaganya sebisaku agar aku tidak mengecewakanmu

Tuan
Aku bingung mengapa akhir-akhir ini sikapmu berubah padaku
Kamu diamkan aku
Kamu acuhkan aku
Adakah aku membuat kesalahan padamu

Tuan
Aku terima jika kamu marah padaku
Maafkan aku jika aku telah melukaimu tanpa kusadari
Tapi janganlah kamu menganggapku tak ada
Aku selalu ada untukmu tuan
Aku selalu ada

Kata mereka tuan
Kamu telah melepasku
Katamu aku bukan kekasihmu
Yang lalu itu hanya permainan bagimu
Begitukan caramu bermain-main dengan hati tuan
Bermain-main dengan perasaan ini

Tuan
Hatiku bukan taman bermain
Hatiku bukan tempat untuk kamu singgah
Bukan tempat datang lalu sesukamu dapat pergi lalu nanti datang lagi
Bukan tuan
Hatiku hanya memiliki satu ruangan khusus
Dan itu hanya untukmu

Tuan tolong mengertilah semua itu
Mengertilah

#Puisi yang kubuat untuk Adek Resda, sebagai ungkapan isi hatinya
NB: sebenarnya puisi ini aku juga buat dalam bentuk musikalisasi :)

Aku Terima

Tuan. Telah lama aku memilihmu
Setia dengan perasaan ini
Kamu tahu dan kamu membiarkanku untuk menjaganya
Setiap hari rasa ini kusirami
Ku pupuk dan ku rawat dengan baik
Bunganya indah, Tuan
Indah karenamu

Tuan. Banyak kenangan yang kamu ukir untukku
Dan aku semakin setia menjaga rasa ini
Karena memang untukku
Melepaskan tidak semudah berpaling pergi lalu hilang
Apa yang ku jaga dan ku rawat sebisaku kupertahankan

Tapi kamu tuan
Dengan mudahnya melepaskanku
Entah apa alasannya
Bukankah cinta dan luka tidak harus selalu ada alasannya
Aku mencoba terima
Karena dari awal mungkin aku menyimpan rasa ini sendirian
Tapi kamu tuan, mengapa baru sekarang mengungkapkan

Ibaratnya, kamu menebas habis bunga-bunga ditaman hatiku
Membuat bunga-bunga indah itu hancur
Dan aku hanya dapat berdiri terpaku melihatnya
Dengan air mata dalam dada
Aku tidak bisa menangis tuan, saking sesaknya rasa kecewa itu

Jika ini salah satu takdir Tuhan tentang kisah kita
Aku terima
Pergilah

#Puisi yang kubuat untuk Kak Eva setelah aku mendengar curhatannya