Buscar

Dari wanita yang kau buat patah hatinya

Ini aku, wanita yang telah kau buat patah hatinya. Duduk sendiri dipinggir pantai ini. Menikmati senja ditemani irama ombak. Berharap dapat menghibur hati.

Banyak yang tak ku mengerti perihal hidup ini. Mengapa Tuhan menciptakan kebahagiaan bersama-sama dengan kesedihan? Mengapa Tuhan adakan pertemuan jika harus berakhir perpisahan? Apakah karena Tuhan ingin kita lebih bersyukur atau karena dunia hanya sementara, dengan itu Tuhan mengajarkan kita rela? Yang aku mengerti setiap hati selalu ingin bahagia, bukan kecewa.

Aku tidak membencimu yang sudah membagi hatiku menjadi dua, tidak utuh lagi. Aku juga tidak membencimu karena sudah dengan sengaja meninggalkanku. Tapi aku membencimu karena dengan sengaja datang membawa bahagia lalu pergi ketika hati ini mulai berbunga. Apakah semua lelaki seperti itu? Jika jawabannya tidak. Kenapa banyak wanita yang merasaan sakit akibat ulah lelaki?
Terlalu banyak kata "kenapa" dalam pikiranku ini tuan.

Meski sakit aku harus tetap berjalan kembali. Mengumpulkan kepingan-kepingan hatiku yang retak sendirian. Kau tahu tuan? Sesuatu yang sudah hancur tidak akan bisa utuh kembali dan sungguh aku tidak ingin bertemu denganmu lagi. Karena bagiku seseorang yang memilih pergi tidak ada tempat baginya untuk kembali. Tidak ada tuan. Tidak ada!

Ayah, Ibu

Ayah, ibu maafkan aku yang memilih bekerja jauh dari kalian. Maafkan aku yang memilih tinggal jauh dari kalian.

Ayah aku tahu meski dihadapanku engkau memperlihatkan bahwa kau rela aku pergi padahal dalam hati kau juga menyimpan kesedihan.

Ibu aku tahu engkau tak pernah mau anakmu jauh darimu. Meski kau melepasku tapi hatimu tidak rela. BAhkan ketika aku pergi dan berpamitan kau tak berani menatap wajahku. Takut kelihatan kesedihanmu olehku.

Ayah, ibu maafkan aku. Sungguh ini semua pun tidak mudah bagiku. Aku sungguh sakit ketika meninggalkan kalian. Tapi aku keras kepala, aku keras hati. Sehingga tetap memilih untuk pergi.

Ayah, ibu maafkan aku. Banyak hal yang aku sembunyikan dihadapan kalian. Aku sudah lelah bertahan. Aku lelah melihatkan bahwa aku kuat. Aku ingin berhenti membohongi diri.

Ayah, ibu. Mungkin menurut mereka aku pencundang. KArena aku lari membawa diri jauh-jauh dari semua orang yang tak ingin aku temui. Tapi biar saja mereka berkata apa. Ku bilang aku sedang menyelamatkan hatiku. Aku ingin bahagia dan aku berhak bahagia.

Ayah, ibu. Selama aku jauh dari kalian. Sungguh banyak ketakutan yang aku rasakan. Aku takut aku akan benar-benar jauh dari kalian. Aku takut ketika aku diperantauan, kalian akan di ambil Allah. Aku takut, sungguh!
Tapi aku mencoba berpikir positif kepada Allah. Bahwa Allah yang memiliki segala yang ku miliki di bumi ini. Senoga Allah berkenan menjaga kalian.

Ayah, ibu maafkan aku. Kalian harus tahu bahwa sebanyak apapun kata tidak akan mampu mengungkapkan betapa aku mencintai kalian. ,