Pria dinginku, maaf. Maaf karena aku belum bisa menepati janjiku untuk pergi darimu
Maaf karena aku masih belum bisa menepati janjiku untuk tidak mencarimu lagi
Maaf karena aku masih belum bisa menepati janjiku untuk tidak merindukanmu
Asal kamu tahu, aku sudah mencobanya
Aku sudah memaksa hatiku untuk pergi bahkan aku menyeretnya dengan terpaksa hingga ia terluka
Tapi akhirnya tanpa bisa aku cegah ia kembali lagi, kembali lagi menujumu
Lalu aku bisa apa?
Pria dinginku, mungkin aku butuh waktu yang lebih lama lagi untuk pergi
Padahal aku telah mencoba pergi tanpa menoleh kebelakang lagi
Tapi ternyata walaupun tak menoleh pun hatiku tetap ingin kembali
Aku masih mencari cara lain untuk kabur dari hatimu
Atau kamu seharusnya mengusirku agar aku pergi menjauhi hatimu
Usir aku dengan kasar hingga aku tidak ingin kembali lagi
Ketika aku membuka mata dari tidur lelapku saja
Ingatanku langsung menujumu
Jadi bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu?
Kamu ikat hatiku dengan apa pria dinginku?
Hingga aku sangat susah untuk pergi darimu
Lepaskan ikatannya, jangan buat aku terluka lebih dari ini
Aku sakit di sini, dihatiku
Masih Untukmu...
Perbedaan Itu....
Katanya dua orang yang berbeda akan disatukan karena perbedaan itu
Kita berbeda, tapi mengapa tidak satu juga?
-chici elsa-
Ini cerita tentang aku, ini kisahku. Entah orang akan berkata apa. Tapi saat ini hatiku benar-benar telah jatuh padanya. Aku sadar, aku tahu, cinta tidak membutakan mataku. Karena aku mencintainya, aku semakin mengingat Tuhanku. Berdoa diselipan rasa rindu yang membuncah, bertanya "apakah bisa aku dan dia menjadi kita?"
Tuhan itu satu. Allah Yang Maha Esa. Allah itu tunggal. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Allah Maha Melihat dan Allah Maha Tahu apa yang ada dalam hatiku. Kini, Allah hanya sedang menguji hatiku dengan kamu. Allah ingin melihat apakah aku lebih mencintaiNya atau mencintaimu. Dan aku sedang berusaha untuk mencintamu karenaNya.
Kali ini aku belajar untuk tidak menyesali datangnya cinta. Tapi menghormati kedatangannya sepenuh hatiku, walaupun nanti dia akan pergi lagi dan aku akan sendiri lagi. Setidaknya aku pernah bahagia karena rasa ini. Aku pernah bahagia karena pernah mencintaimu. Aku pernah bahagia ketika Allah memberiku kesempatan untuk dapat dekat denganmu. Aku pernah bahagia dengan rasa rindu yang ku pendam untukmu. Aku bersyukur padaNya karena aku pernah bahagia karenamu.
Doaku hanya satu. Jika kamu memang untuk ku, maka akan ada keajaiban dari Allah untuk membawamu dihadapanku. Allah akan membuatmu mengulurkan tangan untuk menggenggam tanganku. Tapi jika kamu bukan untuk ku, aku minta pada Allah untuk hapuskan rasa ini. Aku minta pada Allah untuk membantuku melupakanmu.
Aku mencintamu tapi aku lebih mencintai Allah. Hatiku milikNya dan akan ku serahkan perihal perasaan ini padaNya. Pintaku, berilah aku kesabaran dalam menghadapi ini semua hingga nanti ada saatnya kisah kita menemukan titik. Hingga nanti kisah kita akan berakhir.
Langganan:
Postingan (Atom)