Buscar

Menuju Wisuda 3

Bukti perjuangan selama 2 tahun 9 bulan

Aku lupa tanggal berapa kemarin aku sidang untuk ketiga kalinya, Seminar Hasil Tertutup. Pengujiku yang hadir cuma dua. Karena pengujiku yang satu lagi masih di Jogja nyelesaikan S2 nya. Ga tau gimana berdebarnya hatiku waktu menunggu giliran masuk ruang sidang. Aku sidang jam 11.00 WITA. Pengujiku Ibu Risa dan Ibu Reni dari Unmul. Baca basmalah waktu melangkahkan kaki ke dalam ruangan. Setelah siap semua, aku mulai presentasiku. Dan setelah presentasi sesi sidang pun dimulai. Aku di tanya-tanya untuk mempertanggung jawabkan Penelitian yang aku kerjakan selama 3 bulan sebagai syarat untuk dapat lulus dari Akademi Farmasi Samarinda.

Yang diberi kesempatan untuk pertama kali bertanya adalah Bu Reni. Pertanyaan pertama langsung ke hasil Identifikasi Golongan Senyawa Kimia yang aku lakukan. Kenapa hasil itu tidak sama dengan pengamatan organoleptik yang aku kerjakan. Lalu pertanyaan selanjutnya senyawa apa yang memiliki efektivitas untuk menyembuhkan luka. Alhamdulillah pertanyaan itu aku bisa jawab. Lanjut ke hasil pengamatan mikroskopik ku. Ditanya satu-satu fungsi dari jaringan-jaringan tumbuhan yang aku dapat itu apa. Awal-awalnya aku bisa jawab tapi ketika sampai di pertanyaan bagaimana proses fotosintesis yang terjadi dalam stoma? Aku diam. Jujur aku tidak tau jawabannya apa. Aku tidak belajar sampai ke sana. Jadi dengan sedikit bimbingan akhirnya aku bisa menjawabnya. Pertanyaan dari Bu Reni selesai.

Lanjut pertanyaan dari Bu Risa. Pertanyaan (1) gambarkan tipe-tipe stoma yang aku tahu?, (2) hitung pengenceran Hcl !, (3) Gambarkan bentuk daun majemuk? (4) gambarkan logo Jamu, obat herba terstandar, dan fitofarmaka lalu apa perbedaannya?. Terus aku ditanya apa lagi yah. Lupa aku. Yang pasti waktu satu jam di dalam hanya berasa 5 menit.

***

Setelah lebaran aku lanjut sidang dengan penguji 1 namanya Ibu Yullia Sukawaty, S.Si., M.Sc., Apt. Ibunya baru selesai study S2. Yang ada dipikiranku, ilmu ibunya pasti masih fresh ni. Belajar ga karuan, semua isi KTI dihapali, seluk-beluknya dipelajari. Takut ga bisa jawab pertanyaan ibunya. Eh waktu masuk ke dalam, setelah ibunya tanya namaku siapa. Ga ada pertanyaan pembuka ibunya langsung suruh aku "ayok mulai" yasudah aku mulai aja ceritakan tentang penelitianku. Kenapa aku sampai ambil judul itu, kenapa tumbuhan obat itu yang aku gunakan, tumbuhannya aku ambil dimana, proses sampai aku mendapatkan hasil penelitianku gimana. Ga sampai 20 menit aku didalam, selesai sidangku. Ternyata tidak semenegangkan yang aku kira. Aku ngobrol saja dengan ibunya. Ibunya minta sampel tumbuhanku, ibunya minta izin untuk memakai penelitianku dan melanjutkannya. Ibunya ngucapin "Selamat karena kamu sudah sampai pada tahap ini". Rasanyaaaaaaaa itu yaaaaaaa. L E G A

***

Ujian menuju wisuda belum selesai sampai disitu saja. Aku juga heran mau di usir dari kampus aja kok susah banget. Ujiannya banyak banget. Yah mungkin kampus mau mengeluarkan lulusan yang baik, TTK yang baik, agar dalam melakukan upaya kesehatan tidak melakukan kesalahan yang terlalu fatal.
hari jum'at dan sabtu kemarin aku baru saja melaksanakan ujian komprehensif. Ujian ini diadakan untuk mendapatkan surat rekomendasi dari kampus untuk mendapatkan STRTTK (Surat Tanda Regristrasi Tenaga Tekhnis Kefarmasian). Setelah gagal di ujian pertama karena nilaiku kurang 5 angka aja. Aku mengulang di ujian kedua pada hari berikutnya. Alhamdulillah Allah tidak pernah membiarkan hambanya dalam kesulitan. Allah menolongku dengan meluluskanku walaupun hanya dengan nilai akhir 66. Tidak masalah yang penting STRTTK aku dapatkan. Dan ada teman-teman yang tidak lulus jadi mereka tidak mendapatkan surat rekomendasi dari kampus dan mereka harus membuat STRTTK sendiri.

Dalam ujian ini mereka lebih mementingkan nilai daripada proses. Bayangkan saja, ujian kami dibagi dalam 5 stage. 1. farmakologi soalnya 3 lembar, 2. Ilmu resep soalnya ada 6 hitung dosis dalam resep, 3. faktur soalnya ada 7, 4. meracik, 5. UU Kesehatan soalnya ada 5 dengan anak-anak disetiapsoalnya. Dan kami hanya diberi waktu 10 menit untuk mengerjakan. Dengan soal yang seperti itu, apalagi ada hitung-hitungannya. Ya tidak sempat terhitung semua. Wajar kami banyak yang belum sempat menyelesaikan soal.

Seharusnya jangan melihat dari berapa soal yang bisa dikerjakan dan nilainya berapa. Seharusnya nilailah dari cara dia mengerjakan soal itu, dia bisa menghitung dosis tidak, bisa menghitung faktur tidak, bisa meracik tidak. Kalau bisa walaupun tidak terkerjakan semua ya coba diluluskan saja. Maksudku seperti itu. Jadi tidak menyusahkan mereka dan tidak menjadi beban kami para mahasiswa.

***

Besok, Senin 9 September 2013
Yudisium akan dilaksanakan. Alhamdulillah akhirnya akan resmi menjadi Alumni dan tanggal 14 September nanti akan wisuda dan disumpah sebagai Tenaga Tekhnis Kefarmasian.

***

Allah terimakasih Engkau telah membuatku bertahan hingga akhir. Walaupun menjalaninya tidak mudah. Tapi prosesnya menjadikanku pribadi yang lebih baik lagi.

Terima kasih.

3 komentar:

Lulu Syifa F.R.

Alhamdulillah...ikut seneng. Aku ngalamin perjuangan kayak gitu juga soalnya :')

obat herbal penyakit

wah selamat yah

toko penjual ace maxs

sukses selalu buat kamu

Posting Komentar