Buscar

Apa kamu masih ingat???

Kamu masih ingat ketika pertama kali kita bertemu? kala itu hari sedang hujan sangat derasnya. Dihalte dekat sekolah, kita sama-sama sedang menunggu. Kalau aku sedang menunggu kakak ku menjemputku namun kamu entah sedang menunggu apa.  Menunggu hujan reda mungkin.
Tak ada diantara kita yang berniat untuk membuka obrolan. Terlebih lagi aku, aku bukan tipe orang yang biasa menyapa orang lain duluan, aku terlalu enggan. Waktu itu aku menunggu sambil memainkan handphoneku, mencoba mengusir rasa risih karena hanya berdua denganmu saja dihalte itu.Lewat ekor mataku, aku mengawasimu. Kamu memperhatikanku dan ketika aku menolehkan wajah untuk menatapmu, kamu gugup dan langsung membuang pandangan. Aku tersenyum sinis namun geli.
Lumayan lama kita terjebak hujan disana. Sampai akhirnya kakak ku datang menjemput dan aku meninggalkan tempat itu duluan.

Kamu masih ingat betapa kagetnya aku ketika kuah makananku mengenai baju seragammu. itu tidak disengaja, mana ku tahu jika ada kamu dibelakangku hingga ketika aku berbalik kuah makananku tumpah mengotori baju seragammu. Kamu tahu? Saat itu aku sangat kaget, aku juga malu karena seisi kantin melihat ke arahku, aku merasa bodoh. Aku juga tak berani menatap wajahmu. Sampai ku keluarkan sapu tanganku dan ingin mengelap seragammu dengan bibirku yang tidak henti-hentinya mengucap kata maaf. Kamu memegang tanganku, menghentikan aku mengelap seragammu. "Sudah, nggak apa-apa" katamu.Aku memberanikan diri untuk menatap matamu dan aku dikagetkan karena orang yang berada didepanku adalah kamu. Tidak ada kilatan amarah ku lihat di matamu, kamu tersenyum padaku.

Kamu masih ingat hujan kedua yang sangat deras pula membuat kita sama-sama terperangkap dalam sekolah. Tidak bisa pulang. Kala itu suasana yang sama tapi, diwaktu dan tempat yang berbeda. Lagi-lagi kita hanya saling diam satu sama lain. Hingga lama baru kamu menegurku duluan  dengan menawari coklat yang kamu punya kepadaku. Jujur saja, kala itu aku heran. Laki-laki sepertimu mengapa bisa menyimpan coklat. Biasanya itu dilakukan oleh anak perempuan bukan anak laki-laki sepertimu. Tapi tak apa, karena lapar dan tak ada yang bisa kulakukan untuk menolak tawaran coklatmu. Dari coklat itu berlanjut dengan perkenalan kita dan obrolan ringan. Hari itu aku tahu namamu dan jika kita berpapasan disekolah, kita mulai saling tegur sapa atau sekedar melempat senyum.

Kamu masih ingat ketika kita mulai bertambah akrab. Kamu mengantarkanku pulang dengan sepeda motormu. Tak jarang juga kita jalan bersama, pergi ke mall atau sekedar berkeliling kota menikmati senja. Ya, sungguh klasih kisah kita. Tak jauh beda dengan kisah-kisah anak SMA lainnya.
Dan tiap hari handphoneku mulai dipenuhi dengan pesan singkat darimu. Setiap waktu seperti tak bosan-bosannya kita bertukar pesan seakan banyak kisah yang belum kita ceritakan satu sama lain.
Sampai akhirnya kisah kita menemukan akhirnya. Perlahan-lahan kita mulai saling menjauh. Hingga benar-benar menjadi seperti pertama kali kita bertemu. Menjadi dua orang yang tak saling kenal lagi.

Apa kamu masih ingat???

0 komentar:

Posting Komentar