Buscar

Memuat...

Cita-Cita

hai, udah september aja nih bulan yaa. cepet banget waktu berlalu *tsaaah*. untuk mengawali postingan pada bulan september ini aku mau cerita sedikit tentang keinginanku, tentang sesuatu yang ingin aku lakukan dalam hidup ini.

sebelumnya kita flashback dulu yah ke jaman aku masih kelas 2 SMP. pada saat ini aku sudah merancang masa depanku. aku mau ntar lanjut SMA terus kuliah jurusan kedokteran. alasannya klise "Ingin bekerja dipelosok atau di desa terpencil, dan ingin memperbaiki pelayanan kesehatan di desa-desa". sampai aku SMA cita-cita itu masih ku pegang teguh, masih ku genggam ditanganku.

Kelas 3 SMA ketika ingin mengikuti PMDK masuk universitas dengan seleksi rapot. aku mulai bingung menentukan jurusan. saat itu aku sempat ikut PMDK di politekhnik negeri jurusan tekhnik kimia dan aku diterima disana. tapi, aku memutuskan untuk melepas kesempatan itu. aku suka kimia tapi, aku masih nggak yakin untuk kuliah dijurusan tekhnik kimia. terus tentang kedokteran gimana? tenang aku masih memegang cita-cita pertamaku itu. aku udah hampir daftar di kedokteran tapi, mama bilang nggak usah. lagi-lagi masalahnya dibagian ekonomi. bapak nggak mampu untuk biayain kuliahku kalau aku kuliah di kedokteran. aku sempat nangis waktu itu tapi, aku terimalah kalau ortu nggak mampu masa harus dipaksa.

mimpi jadi dokter itu pun harus terkubur. dan aku beralih ingin menggeluti bidang keperawatan aja. kebetulan aku anaknya nggak bisa diam. cocok aja kalau perawat kan sibuk kesana kemari noh. alasanku ingin masuk keperawatan waktu itu akibat aku sering ngurusin almarhum kakek ku ketika beliau sakit. dari sekian banyak cucu beliau, beliau cuma mau dirawat sama aku *kalau ingat ini bikin sedih*
aku sempat tes perawat tapi, lagi-lagi Allah kasih liat ke aku ini bukan jalanku. aku nggak lulus tes perawat.

aku mulai bingung harus gimana. tes dibidang pendidikan, aku nggak ada bakat sama sekali untuk ngajar, untuk jadi guru. aku nggak terlalu suka tampil orangnya. dan akhirnya aku pasrahkan saja semuanya pada takdir.

waktu itu hari terakhir pendaftaran untuk gelombang ketiga di akademi farmasi yang sekarang ini tempatku kuliah. waktu itu niatku cuma coba-coba siapa tau diterima daripada ganggur setahun nggak ada kerjaan hahahha *bodoh*. ditemani temanku aku pergi daftar, waktu itu aku pergi daftarnya udah jam 3 sore, pendaftaran udah hampir tutup *emang nggak niat*. selesai daftar, besoknya tes, besoknya pengumuman, alhamdulillah diterima. seperti yang aku ceritain di atas. daripada nganggur satu tahun akhirnya aku (terpaksa) kuliah di farmasi.

untungnya aku udah terbiasa ngikutin arus. maksudnya mau aku suka atau nggak dengan sesuatu yang aku jalani kalau sudah aku jalani meski sulit aku akan jalani itu sampai akhir. dan disinilah aku sekarang, mahasiswi akademi farmasi semester 5 yang tahun depan insyaAllah wisuda *AMIN ya Allah*.

okeh kembali kemasa sekarang. waktu mudik kemaren, kakaknya mama yang ku panggil tua sempat nanya ke aku "Gimana? ada kepikiran nggak untuk kerja di sini?". dan aku hanya tersenyum. sebenarnya aku pengen kerja di desa. aku masih pengen wujudkan keinginanku yang dulu untuk mengabdi ditempat-tempat terpencil. apalagi di desa mamaku nggak ada farmasisnya. dokter aja cuma ada satu. kalau perawat sama bidan sih lumayan banyak.

dulu aku sempat yakin kalau lulus ntar mau migrasi ke desa mama. tapi, setelah mudik kemaren kok aku jadi ragu yah. kenapa?

satu. disana kalau malam horor banget. udah gitu kan aku nih kalelawar, kalau malam nggak bisa tidur cepat. jam tidurku tuh diatas jam 12 malam bahkan subuh baru aku tidur. nggak kebayang gimana aku disana kalau terjaga sampai jam segitu. mana belakang rumah hutan pula. waktu mudik kemaren aku udah ngerasain gimana rasanya terjaga sendirian sampai jam setengah 4 subuh. suara yang aneh-aneh tuh udah terdengar kayak musik ditengah malam

dua. anak-anak disana liar, apalagi yang cowok-cowoknya. aku aja sampai takut mereka liatin dari atas sampai bawah. pergaulan anak-anak disana juga mengerikan lah pokoknya. tua ku aja ada cerita kalau sebelum puasa kemaren banyak anak-anak sana yang pada nikahan dan itu semuanya MBA (Meried By Accident). aku takut, parno!

tiga. betah nggak yaaaa aku disana???? itu pertanyaan terbesar yang ada dikepalaku. apalagi ntar disana aku tinggalnya sama om ku, adeknya mama. nggak ada mama lagi kan. makan apa aku ntar hahahha. masak sih bisa. tapi, jauh dari ortu???? apa aku bisa?

terus sekarang gimana????

aku mau jalani dulu yang sekarang ini. fokus untuk selesaikan kuliahku. harus semangat tinggal 2 semester lagi. kalau ada rezeki lanjut S1 sampai apoteker kalau nggak ada rezeki cukuplah sampai D3 aja. tetep mau coba kerja di desa, masa percobaan 3 bulan lah yaaaa. kalau betah lanjut, kalau nggak betah pulang ke kota. cari kerja di rumah sakit atau puskesmasnya. malamnya cabang kerja ke apotek hahahah
tapi rencana utama lulus ntar mau ikut tes PNS dulu.

okeh sekian cerita tentang cita-cita aku yang berakhir di farmasi. doakan yah tahun depan aku wisuda *AMIN* terus lulus tes PNS.nya *AMIN*

1 komentar:

MeyMey

Aamiin Ya Robbal alamiin, smg dlncrkn ...

Poskan Komentar