Buscar

10 Malam 3 Menit


Kau tahu betapa perihnya hatiku ketika aku menyuruhmu pergi dari hadapanku. Lalu melihat air mata menggenang dipelupuk matamu. Sebenarnya semua itu bukan inginku. Kau tahu, aku sakit dengan semua ini. Disaat aku baru menyadari betapa berharganya dirimu untuk ku. Saat itu juga aku harus menerima kenyataan bahwa waktumu tak banyak untuk ku. Kau tau, sangat ingin aku tidak mempercayai kenyataan itu.

Dan kini, disinilah aku. Berlari dari kenyataan dan membohongi hatiku lalu menyakitimu. Dan saat itulah aku baru menyadari bahwa apa yang aku lakukan ini salah. Dua anak kecil yang ku lihat sedang melepas kepergian satu dengan yang lainnya mengingatkanku akan beberapa tahun lalu, ketika aku pergi meninggalkanmu. “tidak lama, hanya 10 malam saja. Setelah itu aku akan kembali” kataku. Lalu jari kelingking kita terpaut. Tapi ternyata takdir berkata lain. Aku tidak menepati janjiku untuk kembali setelah lewat 10 malam itu. Aku kembali terlambat. Terlambat karena kini waktumu untuk ku hanya tinggal sedikit.

“aku takut” katamu. “aku takut tiba-tiba saja ketika aku terbangun dari tidur, aku tidak mendapati diriku berada dikamarku, aku tidak mendapati duniaku, aku takut” katamu lagi. Kau tau, betapa perihnya hati ini ketika mendengar kau mengatakan itu. Sebenarnya, jika aku tidak kuat, aku merasa aku yang akan lebih dulu mati darimu. Aku tidak kuat membayangkan kau akan pergi meninggalkanku. Aku tidak kuat membayangkan kau tidak aka ada lagi disisiku.

“kau ingin mengucapkan permohonan apa?” kataku ketika melihat kau mengambil setangkai dandelion ingin meniupnya. Aku ingat, dulu kau pernah berkata jika kita mengucapkan sebuah permohonan sebelum meniup dandelion maka permohonan kita akan terkabul. “untuk kebahagiaanmu” katamu lalu meniupkan dandelion itu. Aku pun melakukan hal yang sama “ingin membahagiakanmu sampai waktunya tiba” itu permohonanku.

Baru saja kau berkata ingin tidur sebentar saja, hanya 3 menit. Karena kau merasa lelah. Aku mengiyakannya dan tetap berada disampingmu. Hingga salju pertama turun. “bangunlah, salju pertama telah turun” kataku. Tapi, hingga saat ini kau tidak terjaga. Padahal kini sudah lebih dari 3 menit, sudah terlewat banyak. Kau, tidak menepati janjimu.

0 komentar:

Posting Komentar