Buscar

CerPen; Cinta Rama Bag.1

Aku mengenalnya tanpa sengaja. Kala itu aku tengah sibuk dengan laporan praktikum kimia yang sedang ku kerjakan di perpustakaan kampus. Tiba-tiba saja dia duduk dihadapanku dan berkata “ga ada tempat duduk lagi. Aku duduk disini ga apa-apa kan?”. Aku yang sejak tadi hanya fokus kepada apa yang ku kerjakan, tidak sempat melihat keadaan sekelilingku pun mengangkat wajah dan melihatnya tersenyum. Aku sempat terhipnotis senyumannya, aku terdiam dan dia masih tersenyum. Untung saja aku langsung tersadar dan berkata “iya. Duduk saja”. Suaraku terdengar datar dan oh Tuhan. Senyumnya langsung pudar. Aku menyesali apa yang telah ku lakukan.

Berhari-hari sudah semua itu berlalu. Namun, aku masih merutuki apa yang waktu itu ku lakukan. Tapi, akal sehatku selalu saja menyuruhku untuk melupakan semuanya. Akal sehatku sedang bertengkar dengan hatiku. Dan kini aku punya kebiasaan menunggunya diperpustakaan kampus, hingga aku bosan karena memang terkadang tidak ada yang kucari diperpustakaan selain dia. sejak mengenalnya, buku-buku diperpustakaan terkalahkan olehnya.

Sekarang pun kakiku menggiringku untuk melangkah menuju perpustakaan sambil berdoa semoga aku bisa bertemu dengannya. Perpustakaan lumayan ramai hari ini, sepertinya semua mahasiswa sedang diberi tugas oleh dosen mereka. Aku melangkah duduk ditempat aku duduk waktu itu. Meja ketiga paling pojok. Aku suka duduk disana karena tidak banyak orang yang mau duduk ditempat itu. Sepi. Kali ini aku menunggunya sambil mengerjakan tugas farmakologi yang sedang menunggu dikerjakan. Semenit, dua menit, tiga menit, hingga 30 menit. “Hai, kita bertemu lagi. Boleh aku duduk disini lagi?”.

Akhirnya aku bertemu dengannya, masih dengan senyum yang ku lihat dulu. Aku tak akan merusak kesempatan ini lagi “iya, silahkan saja” kataku sambil tersenyum. Dan senyumnya semakin manis terkembang. Aku bahagia. Dan kali ini kami tidak hanya duduk berdiam dengan kerjaan masing-masing. Ketika dia melihat aku selesai mengerjakan tugasku dia kembali menegurku.

“Sudah selesai?” katanya

“Iya” jawabku

“Langsung mau pergi” tanyanya lagi

“Tidak juga” ucapku sedikit kikuk

“Boleh tau siapa namamu?”

“Rama. Kamu?”

“Shinta hehe. Percaya?”

Aku berpikir “Tidak” jawabku. Dan dia semakin tertawa.

“Kenapa? Katamu kamu Rama lalu jika aku Shintanya tidak apa-apa dong hehe. Tidak aku hanya bercanda. Namaku Annie”.

Dari obrolan singkat itu aku dapat mengetahui namanya. Namanya Annie anak Sastra Inggris angkatan 09, seangkatan denganku tapi aku di Fakultas Farmasi.

Sejak hari itu kami sering bertemu. Tidak diperpustakaan, tapi disetiap sisi kampus aku selalu menemukannya. Dan aku juga dikenalkan kepada teman-temannya. Sejak saat itu aku semakin dekat dengannya tentunya aku juga dekat dengan teman-temannya. Kami sering pergi jalan-jalan bersama, pergi nonton bioskop ataupun jalan-jalan ke kota lain. Memang jarang aku mendapatkan kesempatan untuk berdua saja dengannya, tapi jika kami pergi jalan aku sering kali mencari kesempatan untuk dapat memboncengnya. hingga kami dapat berdua dan leluasa bercerita berdua.

Semakin lama aku semakin tergila-gila padanya. Hingga membuatku seperti ABG labil yang sedang jatuh cinta. Aku sering galau. Konyol memang kedengarannya, bahkan sahabatku Senja. Sering mentertawakanku akibat akal sehatku yang sudah teracuni olehnya. Karena sudah tidak tahan memendam semua, akhirnya hari ini ku putuskan untuk mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya padanya. Walau hanya lewat telepon. Karena untuk bertemu dengannya susah sekali, dia selalu bersama teman-temannya jarang dia terlihat sendirian dikampus.

Namun, semua tak sesuai rencanaku. Kata yang terucap darinya membuat hidupku serasa gelap gulita dan aku benar-benar kehilangan akal sehatku. Ternyata dia sudah ada yang punya. Dia punya seorang pacar. Mereka telah berhubungan 3 tahun lamanya dan rencananya lulus kuliah ini dia akan dilamar sebagai istri pacarnya itu. Aku hancur, benar-benar hancur. Harapanku musnah. Bahkan sahabatku Senja marah padaku karena aku melupakan janjiku dengannya. Setelah pikiranku tenang, aku menjelaskan dan menceritakan semuanya pada Senja. Dia dapat memaafkanku tapi dia sudah tidak terlalu percaya lagi padaku. Ya sudahlah, mungkin semua itu yang pantas aku dapatkan.

Semakin hari aku semakin kehilangan semangat. Karena dia, aku pun sekarang sudah tidak terlalu dekat dengan Senja. Senja seringkali sibuk sendiri, tidak punya waktu untukku. Senja juga tipikal orang yang cuek. Pernah suatu hari aku bercerita kepada Senja tentang keadaanku, dan Senja berkata “Sudahlah. Cinta tak selalu berakhir indah dan sesuai dengan keinginanmu. Mungkin sekarang dia memang bersama pacarnya, mereka berencana menikah tapi jika takdir Tuhan berkata lain. Mereka juga tidak bisa memaksakan. Terimalah takdirmu”.

Sejak itu aku menguatkan diriku dan menguatkan hatiku. Berkata pada diri sendiri untuk cukup puas hanya dengan menjadi temannya dan hanya dapat melihat senyumnya. Menjadi pendengar setianya saat dia sendiri dan menjadi penghiburnya ketika dia merasa sedih. Aku bertahan dengan itu semua.

Hingga suatu ketika. Aku mulai ingin melepaskannya. Dia kembali padaku dengan membawa harapan yang hancur itu. Dia kembali menghadirkan rasa yang mulai kutinggalkan. Aku bahagia tapi, aku bingung harus bagaimana. Sampai pada puncak kebingunganku, aku menghubungi sahabatku. Tempatku bercerita. Aku ceritakan semua kebahagiaanku dan kebingunganku dan seperti biasa. Dengan cueknya dia berkata “Baguslah jika begitu. Nikmati saja kesempatan yang sekarang. Tidak usah kamu pikirkan bagaimana tentang pacarnya. Karena ada kemungkinan dia bisa memilihmu. Jangan pikirkan orang lain. Dalam cinta memang harus ada pihak yang terluka. Egois saja, karena kesempatan ini tidak akan dating dua kali”.

Kata-katanya terdengar sedikit jahat. Tapi, ada benarnya juga. Jika memang akhirnya dia tetap tidak bisa kumiliki. Tapi yang pasti aku pernah memiliki kesempatan untuk merasakan dicintai olehnya. Walau hanya sebentar.

1 komentar:

Anonim

Bagus seh...

Cerita na menarik..

Tapi ending na kok nanggung gtu ya sista??

Ini msh ada smbungan na tw gk??

Posting Komentar