Buscar

Untuk Kakak

aku tersadar dari kesibukanku, menatap keluar jendela kamar, terlihat rintik-rintik hujan yang jatuh membasahi kaca. oh ternyata diluar sedang hujan. aku bangkit dari tempat ku duduk mengerjakan tugas tadi. membuka jendela lalu menjulurkan tangan, merasakan setiap bias hujan yang jatuh ditanganku. sejuk, dingin, tapi tetap butirnya tak dapat digenggam.

pandanganku menerawang ke arah taman dibelakang rumah. bayanganmu hadir dan terputar kembali kenangan kita ketika bersama. di kursi taman itu kita pernah duduk berdua, bercengkrama. aku bercerita tentang sekolahku, tentang temanku yang selalu menjahiliku dan kau mengejekku dengan berkata bahwa dia menyukaiku. kau pun berbagi cerita tentang perempuan yang kau suka, tentang betapa kau terpesona akan senyumannya. dulu kita selalu menghabiskan waktu sore bersama. duduk dikursi taman itu.

kini pun aku masih terbiasa menunggu senja disana. melepas lelahku setelah seharian beraktivitas. tentunya aku menghabiskan waktu soreku duduk disana sendiri tanpa dirimu. hanya kenangan bersamamu yang menemaniku. karena setahun lalu kau pergi bersama tenggelamnya matahari.

dan kursi itu, tidak ada yang berubah disana. letaknya masih tetap seperti dulu. meski mama dan papa pernah ingin mengubah dekorasi taman itu dan mengubah letak kursi itu serta ingin menggantinya dengan kursi taman yang baru. tapi aku memohon pada mereka, untuk tidak merubah apapun. karena memang tidak ada yang perlu diubah , meski kau telah pergi namun kau tetap ada disini untukku. aku tidak pernah ingin melupakanmu.

kini, bersama hujan aku merasa ada perasaan hangat menyelusup dalam hatiku. menyadari bahwa kini aku merindukanmu. dan bersama hujan ku ucap doa untukmu disana. semoga kau bahagia meski dunia kita telah berbeda. kau telah mati diduniaku, namun kau tetap hidup didalam hatiku.

salam rindu untukmu
 kakak terbaik yang pernah aku miliki


1 komentar:

elda

Sungguh mengharukan..

Posting Komentar